Dolar AS Tertekan Di Awal Pekan Akibat Sentimen Risk On, Emas Naik Ke Level US$1785

Home - Dolar AS Tertekan Di Awal Pekan Akibat Sentimen Risk On, Emas Naik Ke Level US$1785
  • Category:
    Berita
  • Tag:
    Gold, Trijaya Pratama Futures, Emas, Forex Dollar
22 Feb 2021 90

Dolar AS Tertekan Di Awal Pekan Akibat Sentimen Risk On, Emas Naik Ke Level US$1785

Trijaya Pratama Futures, Jakarta - Dolar AS melemah 0.11% terhadap mata uang mayor di awal pekan ini karena ditekan oleh aksi jual investor menyusul meningkatnya prospek pemulihan ekonomi global ditengah gencarnya vaksinasi yang dilakukan berbagai negara dunia dalam memerangi pandemi Covid-19.

Membaiknya sentimen minat resiko melambungkan mata uang komoditas lain seperti Dolar Australia (AUD) yang menyentuh level tertinggi dalam 3 tahun pada Jumat lalu serta keberhasilan Inggris mendongkrak mata uang mereka, Poundsterling (GDP) yang juga mencapai level tertinggi sejak April 2018. Emas yang memiliki korelasi negatif terhadap Dolar AS mengambil kesempatan untuk naik hingga level US$1785 saat berita ini diturunkan setelah sebelumnya mengalami depresiasi selama 6 hari beruntun.

Harga emas diprediksi analis masih dalam bayangan tren bearish untuk perdagangan pekan ini. Untuk bulan Februari saja sampai tanggal hari ini, 22 Februari 2020 harga emas sudah ambrol 3.54%. Jika dilihat dari bulan Januari 2021 atau sepanjang tahun ini, Emas sudah drop 5.61% serta sudah terdepresiasi 16.44% dari level tertingginya sepanjang sejarah yang diraih awal Agustus tahun lalu.

Prospek perekonomian yang semakin membaik menjadi salah satu faktor terbesar anjloknya logam mulia tersebut karena dimulainya vaksin di berbagai negara membangkitkan risk appetite para pelaku pasar yang sekarang lebih agresif beralih ke aset beresiko seperti saham dan mata uang kripto sehingga emas semakin kurang diminati.

Faktor terbesar lainnya yang menyebabkan ambrolnya emas ialah kenaikan imbal hasil obligasi AS yang mencapai level tertinggi di 1.34 persen sejak Februari tahun lalu. Emas dalam waktu dekat diprediksi masih akan banyak dilepas karena bukan merupakan aset prioritas di tengah kondisi saat ini. Yang bisa kembali menaikkan harga emas hanya stimulus fiskal tambahan AS senilai US$1.9 triliun yang masih belum tahu kapan direalisasikan.

Survei mingguan yang dilakukan Kitco memperkirakan harga emas masih dalam tren penurunan (bearish) pada minggu ini dengan hasil 13 dari 18 analis Wall Street atau 72% memprediksi emas akan turun sepanjang perdagangan pekan ini.

Baca juga : Yield Obligasi AS Terus Terjunkan Emas Ke Level US$1.760

RELATED POST

08 Mar 2021 61 dibaca
Trijaya Pratama Futures, Jakarta - Harga Emas pada pagi hari ini, Senin (08/03/21) bergera...
05 Mar 2021 51 dibaca
Trijaya Pratama Futures, Jakarta - Kilau emas semakin pudar. Harga emas dunia terjun bebas...
04 Mar 2021 78 dibaca
Trijaya Pratama Futures, Jakarta - Emas kena hantaman bertubi-tubi. Setelah anjlok selama ...

RECENT POST

Emas Naik Ke Level US$ 1.710 Setelah Sempat Anjlok...

08 Mar 2021

Harga Emas Terjun Di Bawah Level US$ 1.700...

05 Mar 2021

Dolar AS Di Level Tertinggi Sebulan Buat Emas Anjl...

04 Mar 2021

Masih Tren Bearish, Emas Kembali Ke Level US$1730 ...

03 Mar 2021

Meski Stimulus AS Sah, Emas Tetap Kandas Imbas Kek...

02 Mar 2021