Jeblok! Emas Terjun Ke Bawah Level US$1.800/troy ons

Home - Jeblok! Emas Terjun Ke Bawah Level US$1.800/troy ons
  • Category:
    Berita
  • Tag:
    Emas, Trijaya Pratama Futures, Gold, Forex
17 Feb 2021 78

Jeblok! Emas Terjun Ke Bawah Level US$1.800/troy ons

Trijaya Pratama Futures, Jakarta - Harga emas terpukul hebat pada sesi perdagangan kemarin dan terjun bebas hingga ke bawah level US$1800 yang mencapai level terendahnya pada pagi ini, Rabu (17/02) di US$1786.51. Ini merupakan penurunan hari keempat secara beruntun. Kenaikan imbal hasil obligasi AS yang terus menguat seiring dengan ekspektasi pemulihan ekonomi AS yang semakin membaik hasil dari program vaksinasi yang semakin gencar dilaksanakan menjadi penyebab utama jebloknya emas.

Sejak awal tahun 2021 ini, emas sudah merosot lebih dari 5%. Kondisi yang menyedihkan karena pada tahun 2020 lalu, kilau emas sangat memukau dan berhasil mencatat kenaikan 24.42% sepanjang tahun tersebut yang merupakan kinerja harga tahunan terbaik dalam 10 tahun terakhir. Pada 2019, emas hanya menguat 18.23% ditengah sentimen perang dagang AS dan China.

Vaksinasi dalam program memerangi pandemi Covid-19 yang sudah dilakukan berbagai negara di dunia semakin meredupkan daya tarik emas sebagai safe haven. Tanda-tanda pemulihan ekonomi yang mulai nampak memang membuat para investor beralih ke aset-aset beresiko seperti saham dan mata uang digital cryptocurrency membuat minat emas di mata mereka semakin berkurang.

Dikutip dari Reuters, penurunan harga emas dibawah level US$1800 ini memang dikarenakan oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS (yield) dan pasar saham. Imbal hasil obligasi AS kemarin menyentuh level 1.3%, tertinggi sejak Februari 2020 yang merupakan bulan awal pandemi menyerang. Emas kerap dipertimbangkan sebagai aset lindung nilai dari inflasi akibat stimulus masif. Namun, kenaikan imbal hasil obligasi menghalangi reli harga emas karena emas merupakan aset dengan instrumen tidak berbunga (non yielding asset).

"Imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi sangat merugikan emas"
ujar Tom Fitzpatrick, ahli strategi di FX Citigroup seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (17/02/21) hari ini. Tom menilai harga emas akan menguji level resisten krusial di rentang US$1785 hingga US$1765. Jika melewati level tersebut, harga emas kemungkinan akan melanjutkan tren penurunan.

Sedangkan menurut Giovanni Staunovo dari UBS, ekspektasi inflasi, stimulus fiskal AS dan suku bunga masih akan menjadi kunci emas untuk kembali naik. Ekspektasi inflasi dapat naik kembali bersama dengan kenaikan harga minyak dunia dan komoditas lainnya sehingga berpotensi mendongkrak harga emas.

Baca juga : Indeks Dolar AS Lagi Di Level Rendah 2 Minggu Terakhir, Emas Punya Kesempatan Untuk Menguat

RELATED POST

08 Mar 2021 61 dibaca
Trijaya Pratama Futures, Jakarta - Harga Emas pada pagi hari ini, Senin (08/03/21) bergera...
05 Mar 2021 51 dibaca
Trijaya Pratama Futures, Jakarta - Kilau emas semakin pudar. Harga emas dunia terjun bebas...
04 Mar 2021 78 dibaca
Trijaya Pratama Futures, Jakarta - Emas kena hantaman bertubi-tubi. Setelah anjlok selama ...

RECENT POST

Emas Naik Ke Level US$ 1.710 Setelah Sempat Anjlok...

08 Mar 2021

Harga Emas Terjun Di Bawah Level US$ 1.700...

05 Mar 2021

Dolar AS Di Level Tertinggi Sebulan Buat Emas Anjl...

04 Mar 2021

Masih Tren Bearish, Emas Kembali Ke Level US$1730 ...

03 Mar 2021

Meski Stimulus AS Sah, Emas Tetap Kandas Imbas Kek...

02 Mar 2021