Prospek Kenaikan Inflasi Dukung Emas Kembali Ke US$ 1.800

Home - Prospek Kenaikan Inflasi Dukung Emas Kembali Ke US$ 1.800
  • Category:
    Berita
  • Tag:
    Gold, Trijaya Pratama Futures, Emas, Forex
23 Feb 2021 99

Prospek Kenaikan Inflasi Dukung Emas Kembali Ke US$ 1.800

Trijaya Pratama Futures, Jakarta - Kenaikan harga emas yang kembali ke level US$ 1.800 setelah babak belur sepanjang minggu lalu terjadi seiring dengan ekspektasi kenaikan inflasi yang memicu kekhawatiran valuasi ekuitas dan mendorong para investor untuk kembali beralih ke logam mulia. Nilai Dolar AS yang melemah juga menambah dukungan lebih lanjut terhadap penguatan emas.

Harga emas naik 1.73%, melesat dari harga terendah US$ 1780.21 ke level tertinggi US$ 1812.49 pada akhir perdagangan Senin, 22 Februari 2020 dini hari nanti. Pembukaan hari ini, Selasa (23/02/21), emas menjaga momentum penguatannya dengan bullish ke level US$ 1815 saat berita ini diturunkan.

"Kami melihat aliran investasi emas karena pelaku pasar semakin cemas terhadap kenaikan suku bunga riil yang dapat mempengaruhi valuasi ekuitas" ujar Daniel Ghali, ahli strategi komoditas TD Securities merujuk pada kenaikan imbal hasil obligasi AS yang mencapai level tertinggi dalam setahun sejak Februari tahun lalu yang meningkatkan peluang kerugian memegang emas karena tidak memberikan imbal hasil.

Namun, meningkatnya imbal hasil riil dan kekhawatiran akan inflasi membuat valuasi ekuitas terlihat lebih longgar dan mendorong investor untuk kembali memegang aset safe haven seperti emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Di sisi lain, Dolar AS yang terus melemah dan turun hingga 0.4% atau level terendah lebih dari satu bulan juga menjadi pendukung harga emas terdongkrak naik.

"Dolar AS saat ini sedang rendah dan itu mendukung emas. Alasan sebenarnya untuk kenaikan harga emas dalam jangka panjang adalah kemungkinan kenaikan inflasi" kata Eugen Weinberg, analis senior Commerzbank.

Isu kenaikan inflasi semakin kencang karena ekspektasi diloloskannya paket stimulus fiskal AS senilai US$ 1.9 triliun pada akhir pekan ini yang akan mempercepat pemulihan ekonomi tapi mengakibatkan kenaikan inflasi yang diantisipasi para pelaku pasar sehingga kembali membeli emaa sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

Baca juga : Dolar AS Tertekan Di Awal Pekan Akibat Sentimen Risk On, Emas Naik Ke Level US$1785

RELATED POST

08 Mar 2021 61 dibaca
Trijaya Pratama Futures, Jakarta - Harga Emas pada pagi hari ini, Senin (08/03/21) bergera...
05 Mar 2021 51 dibaca
Trijaya Pratama Futures, Jakarta - Kilau emas semakin pudar. Harga emas dunia terjun bebas...
04 Mar 2021 78 dibaca
Trijaya Pratama Futures, Jakarta - Emas kena hantaman bertubi-tubi. Setelah anjlok selama ...

RECENT POST

Emas Naik Ke Level US$ 1.710 Setelah Sempat Anjlok...

08 Mar 2021

Harga Emas Terjun Di Bawah Level US$ 1.700...

05 Mar 2021

Dolar AS Di Level Tertinggi Sebulan Buat Emas Anjl...

04 Mar 2021

Masih Tren Bearish, Emas Kembali Ke Level US$1730 ...

03 Mar 2021

Meski Stimulus AS Sah, Emas Tetap Kandas Imbas Kek...

02 Mar 2021