Superior, Emas Melesat Pasca Dovish Powell Di FOMC

Home - Superior, Emas Melesat Pasca Dovish Powell Di FOMC
  • Category:
    Berita
  • Tag:
    gold, trijaya pratama futures, forex
30 Jul 2021 68

Superior, Emas Melesat Pasca Dovish Powell Di FOMC

Trijaya Pratama Futures, Jakarta - Harga emas melesat tinggi menembus level US$1.830 pada akhir perdagangan Kamis (29/07/2021) karena investor dan pelaku pasar sumringah dan menyambut gembira pernyataan Jerome Powell, Ketua The Fed pada rapat FOMC kemarin yang menyatakan bahwa The Fed tidak akan dan mungkin menaikkan suku bunga dalam waktu dekat serta tidak membahas sedikitpun tentang tapering (pengurangan pembelian obligasi).

The Fed tetap akan mempertahankan suku bunga sebesar 0.25 - 0% dan program pembelian aset (Quantitative Easing) senilai US$120 miliar sesuai prediksi. Dovishnya The Fed tersebut membuat Dolar AS runtuh hingga 0.2% ke level 92.00. Emas diuntungkan dengan ini. Powell menyatakan The Fed saat ini masih fokus ke pasar kerja AS dan memantau dampak ekonomi akibat varian Delta virus Covid-19.

"Anda akan melihat inflasi memanas bergerak maju, The Fed sangat dovish karena lebih fokus pada lapangan kerja dan tidak akan melawan mereka dalam waktu dekat, dan itu adalah lingkungan yang sangat positif untuk logam mulia. Emas melaju cukup kencang. Ini bukan reli tipe flash in the pan (sesuatu yang tiba-tiba), tetapi yang lebih berkelanjutan karena tidak ada yang menghalangi emas" kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, seperti dilansir Antara pagi tadi, Jumat (30/7/2021).

The Fed juga tidak membahas dan melakukan tapering yang merupakan katalis negatif bagi emas dalam beberapa bulan ke depan. Cepat atau lambat, The Fed pasti akan melakukan tapering. Sebelum itu terjadi, katalis yang menentukan pergerakan emas adalah data inflasi dan tenaga kerja AS. Inflasi mempunyai efek positif dan negatif bagi AS. Ketika inflasi tinggi, daya tarik rmas akan meningkat karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Tetapi inflasi tinggi yang berkelanjutan akan mendorong The Fed melakukan tapering yang akan merugikan emas.

Wang Tao, analis komoditas Reuters memperkirakan harga emas dalam waktu dekat ada di kisaran US$1.842 - US$1.855/troy ons. Sedangkan level support akan berada di rentang US$1.822 - US$1.810/troy ons.

"Meningkatnya ketidakpastian kebijakan moneter The Fed, inflasi dan meningkatnya resiko volatilitas pasar ekuitas akan mendukung emas sebagai aset safe haven" tulis ANZ Research.

RELATED POST

RECENT POST

Tonight Effect USD: Core Durable Good Order & Dura...

27 Sept 2021

Analisa Tekhnikal Harian: 27 September 2021...

27 Sept 2021

Emas Masih Tertekan Kuatnya Greenback...

27 Sept 2021

Analisa Tekhnikal Harian: 24 September 2021...

24 Sept 2021

Emas Anjlok ke Level Terendah Baru di US $ 1737,73...

24 Sept 2021

TAGS